Tuesday, January 19, 2010

formspring.me

What TV show makes you laugh the loudest?

Friends. TOW The Embryos would be my favorite, when the 4 friends had a quiz to win a bet over Monica's apartment.

Just go ahead and type your question in the box! :)

Tuesday, November 24, 2009

So many good news today! :)

03:53pm 22/11/09
kakaaak genta lolos ke AS!
:D

Setelah liat e-mail notification shoutbox dari nizz, gue langsung ke blog. Ga biasanya Anis pake chat-box segala, bukannya wall facebook. Ternyata dia mau nyampein kabar gembira: Genta masuk seleksi nasional AFS. *ini berita direvisi sama orangnya sendiri, hehe*

Really happy for Genta. She wanted this, like really really do. Ada fragmen yang masih gue inget waktu gue kelas 12. Kalau nggak salah, saat itu kelas 10 dan 11 sedang libur karena kelas 12 try out. Gue lagi di ruang piket, ngobrol sama salah satu guru yang terkenal ketat dalam menjaga peraturan sekolah. Genta dan temannya lewat pake seragam putih abu-abu. Otomatis mereka langsung ditegur, karena itu hari Jumat (seharusnya seragam putih-putih). Abis diceramahin bentar, gurunya nanya, "Ada apa ke sekolah? Kan libur?". Genta jawab, "Ini Bu, mau legalisir rapor sama minta surat keterangan...". "Buat apa?" gurunya nanya lagi. "Buat aplikasi seleksi, Bu. Kayak kakak (sambil nunjuk gue)". Refleks gue noleh bingung, pasang muka bingung juga. "Buat seleksi pertukaran pelajar, Bu..." lanjutnya. Good luck dear! :)

*from this point forward, I'll write in full English*

Next, I checked my blog comments. Got a new one from Janice on my very last post. I thought it was a quick update like we usually do. At first I really thought so.

Janice said...

Hi how are you doing?

I have some bad news/good news on my blog.

Janice~


So I went to her blog and started reading the last posts. A picture with her name was there, with some words written below: Here's the cover to my very first book, well the mock up actually. I wanted the hair a little lighter and more red.

Wait up.

I read the next post, telling about some news... (Wow, now Sarah is a senior and I'm freshman at university. How fast time flies!)

And there it is, written black over white (well actually it's black over beige according to Jan's last blog layout). She has been offered a book contract! Big big congratulations Janice! Hugs all the way from Indonesia. You love writing very much and this must be a very wonderful news for you. Amazing! :)

A great day with many great news. Although I read it few days late, I'm still really happy for both. I love today.

Sunday, November 08, 2009

Dialog dari beberapa waktu lalu yang masih teringat...

**********

Waktu praktikum kimia dasar...
Asprak laki-laki: (nanya hasil praktikum) "Jadi mana yang lebih bening? Filtrat atau sentrat?"
Dhisty: "Saya."

**********

Rani: Eh, bisa nggak sih jalan di sini malem-malem? Muter-muter aja gitu.
Gladys: Ngg... Jangan sih. Bahaya. Kan club mulai rame.
Bimon: (lewat club yang luarnya rame) Nah maksudnya kalau lewat club yang kayak gini nih... (baca neon box) New Braga Club... Dangdut.
Me: Hah?
Bimon: New Braga Club Dangdut.
Seisi mobil: HUAHAHAHAHAHA

Tiba-tiba jadi inget Kafe Dangdut Crystal di Jakarta. Dangdut really is the music of my country! Nggak boleh kalah, harus ada club-nya juga. : )

Saturday, September 05, 2009

A Little Homesick Should Be Fine

Nggak kerasa udah 3 minggu gue kuliah. Berarti udah sebulan gue tinggal di kota kembang ini. Bukan nginep di rumah kakak saat weekend seperti biasa, tapi nge-kost. Untuk kedua kalinya, gue sendiri dan jauh dari orangtua.

Entah kenapa, saat gue naik ke mobil dengan barang-barang gue di bagasi, ada rasa agak berat meninggalkan rumah. Lebih berat dari 3 tahun yang lalu. Setidaknya waktu 3 tahun yang lalu, gue bisa bilang dalam hati cuma 1 tahun kok, abis itu pulang. Tapi sekarang, gue sendiri yang menentukan tenggatnya.

Yah, daripada kebanyakan weeping, mendingan rekap aja ah.. *:)

**********

PROKM 2009 :: Awalnya ada gosip kalo pengelompokannya berdasarkan NIM. Jadilah semua calon maba saling bertanya 3 digit terakhir dari NIM. Tapi setelah gladi resik sidang terbuka, ada kakak yang bagiin kertas list perlengkapan PROKM. Di pojok kanan atas ada tulisan 90 (awalnya gue nggak ngeh ini buat apa). Karena gue punya tendensi terhadap angka-angka yang gue suka, refleks gue nanya ke temen, "Ada yang dapet angka 91 nggak?" (karena 91 itu tahun kelahiran gue >> iya tau, nggak penting banget). Belum sempet ada yang jawab, udah disuruh cepetan sama kakak keamanannya. Oke, 90 juga boleh, karena kelipatan 10.

Pas udah di luar SABUGA, barulah gue nyadar 90 itu buat bagi kelompok. Begitu nyampe di barisan 90, kakak taploknya langsung teriak dengan ekspresi ceria, "Akhirnya ada cewek lagi di kelompok ini!" Beneran aja lho, dari 21 orang ceweknya cuma 3! Nyahahahaha... Mentang-mentang banyak jurusan teknik ya, ceweknya langka gini. *ga ngaruh juga sih sebenernya*

Tubuh remuk redam setelah PROKM. 6 am to 10 pm (or more) every day. Kakak taplok lebih-lebih lagi malah. Makasih ya kakak taplok! *:) Kegiatannya sih kebanyakan seminar dari rektorat. Baru abis itu ke basecamp (kosan salah satu anggota kelompok) untuk bikin tugas. Oya, ada opening dan closingnya yang juga seru banget, meskipun jadi pulang ekstra malem. Di closing ada kembang apinya lho! (Haha, gue norak abis) Ada juga hal-hal yang menurut gue seru kalo diliat sebagai penonton, kayak body wave, salam ganesha rame-rame, nyalain lilin pas closing... Hayo loh pokoknya nyesel kalo ga ikutan PROKM *x)

Oya, selama PROKM gue menyadari bahwa Galan itu tidak se-terpencil yang gue kira. Berikut beberapa percakapan sebagai bukti:

Pas lagi perkenalan kelompok PROKM
Gue: (dengan pedenya nggak akan ada yang kenal Galan) Gue dari 39 Jakarta...
Edo: (duduk dua orang di sebelah kanan gue) Oh, anak galan toh.
Gue (Surprised, seriously) Hah? Tau 39?
Edo: Gue dari 14 kali.
Gue: Ye... Pantesan. Tetangga.

Pas lagi SSDK. Gue, Dhisty, dan Tuwik duduk sebaris. Gue dan Tuwik udah kenalan saat perkenalan fakultas
Tuwik: (ke Dhisty) Eh eh, kenalan dong...
Dhisty: Dhisty, dari Pekanbaru
Tuwik: Tuwik dari Jogja. Wow! Aku pernah tinggal di Pekanbaru lho, pas SMP!
Dhisty: Oya? (mereka berdua langsung ngobrol tentang Riau gitu) Kalau kamu? (ke arah gue)
Gue: Gue dari Jakarta.
Dhisty: Dari SMA mana?
Gue: 39...
Dhisty: Wah, gue tau tuh. Di Cijantung kan?
Gue: (Asli kaget sumpah) Kok bisa tau? Lo kan dari Riau?
Dhisty: Dulu gue SMP di 103, kali. (103 itu persis di sebelahnya 39)
Gue: (Jiah!) Oooh...

One random thing I remember from PROKM: font yang dipakai di kaos panitia sama dengan font yang dipakai buat logo GADO-GADO.

OHU :: Bagian dari PROKM juga sebenernya. Sejenis dengan Galan Expo. Pilih-pilih dan daftar unit yang jumlahnya sekitar 75 itu. Gue daftar 4 unit (pasti bakal kena seleksi alam deh). Abis itu ada foto kelompok PROKM. Dresscode yang cewek: Kemeja sama jeans (aman banget deh, hihihi). Yang cowok: Kemeja sama celana pendek. Tapi rada gak ngaruh, karena yang berdiri di belakang pas di foto gak keliatan juga sih.

KULIAH :: Gue di Kimdas 24. Nggak ngerti deh kenapa ngapalinnya per kimdas. Fakultas yang lain pada per kalkulus kok. Dare to be different gitu kali yaaa... Hahaha... But I totally love this class. Dari hari pertama, udah pada main cap guricap di depan kelas aja. Punya kebiasaan nyanyi-nyanyi bareng. Apalagi kalo cowok-cowoknya udah ketemu sama gitar. FTSL = Fakultas Tarik Suara Lelaki *:D

Jujur aja, gue sangat keteteran ngikutin kuliah. Ngg... mungkin boleh disebut culture shock kali ya? Perbedaan yang paling utama buat gue adalah speed belajar dan tingkat kompetisi. Kalau ibarat lagi lomba lari, gue adalah peserta sprint yang lagi ngos-ngosan ikutan lintas alam.

Di awal kuliah ini, gue juga mulai beradaptasi dengan gaya bahasa yang dulunya full "gue-lo" jadi mulai ber-"aku-kamu". Ya, kampus gue yang baru ini persis kayak Indonesia mini. Dari berbagai macam daerah ada, jadi berbahasa juga harus ikut menyesuaikan. Awalnya kagok juga sih (kualat ini dulu ada temen smp yang pake aku-kamu dibilang terlalu sopan, sekarang kalau ngomong umumnya pake aku-kamu).

Semoga bisa melewati TPB dengan hasil yang baik. Amiin..

Berjuang untuk tahun-tahun kuliah yang berkualitas! Bismillah!

Tuesday, July 28, 2009

Driving wheels must have hated me

Di umur gue yang udah akhir belasan, anggota keluarga gue makin gencar untuk menyuruh gue belajar menyetir. Banyak alasan yang logis sih: biar bisa disuruh-suruh (sebelum bisa nyetir gue ga akan disuruh untuk sesuatu yang jauh, palingan ke warung yang jalan kaki), biar bisa punya peluang lebih saat nyari kerja (ini pengalaman pribadi kakak gue. karena sifat kerjaannya yang mobile, dia dapat nilai plus saat wawancara karena bisa nyetir), memudahkan papa mama (umur papa yang udah bertambah emang bikin gue merasa nggak pantes lagi kalo papa yang nyetir, udah giliran gue yang nyetirin), daaaa~n seterusnya.

Bukan berarti sampai saat ini gue masih belum belajar nyetir lho. Justru udah banget malah. Paman, Tante, Kakak, sampe Papa sendiri udah turun tangan ngajarin gue nyetir. Tapi tetep aja, nggak bisa-bisa (toeeet... swt). Maksudnya nggak bisa-bisa tuh bukan mobilnya yang nggak mau jalan. Jalan sih jalan, tapi... selalu aja nabrak sesuatu! Just for the record, dalam 2 bulan, gue udah 4 kali nabrakin mobil. Astaghfirullah, ampuni perbuatan anakmu yang satu ini terhadap mobilmu Papa...

What the heck is going on everytime I'm behind the driving wheel? Padahal cara bawa gue nggak parah-parah banget kok. Entah kenapa, sensor gue terhadap space jadi lemah saat nyetir. Dikirain masih jauh, padahal udah deket banget (pantesan...).

Untungnya papa tetap supportive untuk membuat gue bisa nyetir mobil. Jadinya setiap gue nggak mau bawa mobil karena takut nabrak lagi, papa pasti bilang, "Kalau takut bawa terus, nanti lupa lagi."

Padahal, bentar lagi gue kuliah di luar kota. Jelas selama kurang lebih 4 tahun ke depan gue nggak akan sering nyetir mobil. Lalu, gimana tuh kalau lupa lagi?

Ya sudahlah, nanti diusahakan (makin merasa berdosa saat disetirin papa). Untuk waktu dekat ini gue memilih naik angkot aja dulu -_-"